Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2022

CERITAKU DI KOTAKU

Gambar
                    KOTA RUTENG                      Ruteng Kota yang dingin Kota yang penuh pesona rasa Memberi banyak warna disetiap tapak yg kulalui Kota yang menghadirkan kisah dan kasih Kota memberikan sebuah jalan yang harus ditempuh Ruteng Kota yang menjadi kesan Sebab disetiap langkahku di penuhi dengan cerita Kota yang menjadi sumber inspirasi Sebab disetiap sudut di penuhi dengan objek yang menghadirkan pengetahuan akan imajinasi Kota yang memberikan warna akan masa depan Sebab disetiap lorong di penuhi dengan lukisan yang akan menyosong kesuksesan Ruteng Kota sumber ceritaku di mulai Dengan sosok kembang nan menawan Kota yang menghadirkan senyuman dan cerita yang indah Diantara yang pernah kutelusuri

PUISI

Gambar
                      GADIS PENARI        "Body lentur dan gerakan bervariasi yang memanjakan mata" Wajah yang cantik Tubuh yang Lentur Body yang mulus dan ramping Senyuman yang memukau Yang melengok-lengok diatas panggung pertunjukan Penampilan menarik Gerakan yang melengkung Langkah kaki dan putaran yang penuh berirama Gerakan jari yang bervariasi Yang mengundang tawa dan hiburan sanubari Gadis penari Gadis yang memukau Gadis yang bergelora Gadis yang menghibur hati Gadis yang selalu di kenang Gadis yang berjari emas

PUISI

Gambar
                       SURAT UNTUK ENU                  .    suara merdu dengan nada penuh berirama Suara yang bersimpuh di tengah paduan suara yang bergelora Senyumanmu yang memanjakan mata Di tengah seribu mata yang kupandang Cerita yang penuh bervariasi di mulut yang memandangmu Engkau menghadirkan kecanduan tak jemu diantara yang sedang berkelana Pandangan yang menghadirkan rasa Akan dirimu yang sesungguhnya Hanya kertas putih dan tinta hitam yang bisa kulukiskan Hanya kata dan kalimat yang bisa ku eja Sebab jiwa hanya bisa beradu pandang Untuk mengungkapkan rasa yang tumbuh dalam sanubari

PUISI

Gambar
          SURAT KENANGAN UNTUK ENU             Sejumlah kisah yang pernah di rajut bersama Dalam menggapai tujuan yang sama Kisah yang menghadirkan kebahagiaan  Canda dan tawa sering di lakukan dalam bercengkrama Rasa menghadirkan cinta dan kedamaian Di bumi yang sedang berkelana Namun kini cinta itu telah berlalu Hanya karena takdir menjemput Cengkrama yang pernah di lakukan kini tiada Suasana suka yang pernah dirasakan kini berubah menjadi hampa Perpisahan yang menyakitkan dalam sanubari Kini hanya bisa menikmati kenangan yang pernah di Rajut Senyumanmu yang dulu menghadirkan rasa tawa Kini berubah belaka Senyumanmu yang diberikan lewat bibirmu yang manis justru menghadirkan rasa tangis dan pilu Ruanganku kembali tak ada penghuni Luka yang dalam bagai ditenggelam sang ombak       

OPINI PANDEMI COVID-19

PROBLEMATIKA PENDIDIKAN DI ERA PANDEMI                        COVID-19 Pada tahun 2019 negara Indonesia di landa oleh sebuah kasus besar yang bisa merenggut semua yang ada di bidang-bidang. Kasus ini berawal dari China yang sudah menjangkit kemana-mana. Kasus ini dikenal dengan sebutan pandemi covid-19, kasus yang terjadi hampir mendunia. Kasus pandemi ini menglululantahkan keberadaan negara kita Indonesia bahkan sampai mengubah semua tata atau struktur sebelumnya. Pandemi covid-19 ini telah menghancurkan berbagai sektor di bidang-bidang, Salah satu bidang yang menjadi korban dari pandemi ini adalah bidang pendidikan di mana di bidang pendidikan ini proses pembelajaran yang di laksanakan sangat berbeda dengan sebelumnya. Pembelajaran yang sebelumnya dilakukan secara luring atau tatap muka kini berubah menjadi proses pembelajaran daring atau online. Tentu perubahan proses pembelajaran ini tidak mudah bagi dunia pendidikan ka...

IBU

                           IBU Panasnya mentari membakar tubuhku Angin kencang menghembus sanubariku Tetapi aku tetap teguh dan kokoh Menjalani hidup demi masa depanku                    IBU Rintangan yang tajam tak pernah aku hiraukan Jalan yang kelam  aku lewati Setitik tinta aku raih demi mewarnai kertas putih yang belum membekas Sebab ruangku  belum cukup untuk menampung benih pengetahuan                       IBU kulit keriputmu akan menjadi saksi Akan perjuangkan demi menghadirkan  buih kesuksesan Demi menghadirkan senyuman yang lebar dari mulutmu  Yang akan kunikmati nanti Ibu Doamu adalah cahaya sepanjang jalanku

Satu Kata Memori

                       Satu Kata Memori Satu kata yang yang masih tersusun rapi dalam memoriku Waktu kita ada dalam rasa yang sama Di saat dua hati senada dalam kata cinta Sampai sanubari pun sulit untuk melangkah Engkau yang selalu kupuja dan kudambakan Karena telah menghadirkan senyuman dalam hari-hari Tapi memori itu terasa tergores Di saat sanubari menerima kabar akan perpisahan Suasana yang begitu hampa Membuat sanubari sulit untuk menerima kenyataan  Engkau yang telah mewarnai Engkau yang telah menghadirkan suasana cengkrama yang candu Kini telah menodai memoriku Goresan luka yang mendesak di dada Akan kabar yang tak berujung Sanubari yang dulu di penuhi dengan senyuman Kini harus menerima suasana kelam yang menjadi sebuah kenyataan Biarkanlah sanubari itu pergi dengan membawa segudang luka yang telah engkau berikan.

Hujan Bulan Maret

                  Hujan Bulan Maret Rintikan yang selalu menguyur bumiku Sampai langit tak kunjung membiru Kedatangan yang tak menghadirkan tanda Seperti di serang Secara tiba-tiba Langit yang selalu dikepul kabut hitam Hujan lebat yang melanda bulan Maret Menghadirkan keluh kesah Bagi penghuni bumi yang sedang berkelana Jiwa tak mampu berbuat apa-apa Seperti ruangan  yang hampa Sebab jiwa itu hanya bisa berimajinasi Untuk menghadirkan kehangatan di tengah dinginnya Sanubari terasa badai salju Yang sedang melanda Bagaikan musim yang sedang bergelora Jiwa hanya bisa berpaut dengan kasur Sebab kedinginannya tak mampu dibinasa Hujan bulan Maret Menghadirkan berbagai proses yang tak tentu Seperti jalan yang kelam

Dureng

                         Dureng Situasi yang penuh dengan suasana Bungkam Yang menghadirkan beribu-ribu hampa di pikiran Yang mengalirkan sejumlah kedinginan dalam sanubari Yang membatasi rasa bercengkrama Yang menghadirkan rasa keluh dan kesal Pikiran melayang tanpa arah  Sebab sanubari penuh dengan salju yang mengalir Yang mengundung api demi kehangatan Sebab selimut dan  tidak mampu menghalaunya Namun apalah daya musim sudah menjemput Hati dan sanubari pun tak mampu menjerit Sebab kehadirannya sudah befundasi Yang tak tergoyahkan

Natalia Kota Dingin

                          Natalia Kota Dingin Nama yang begitu itu Indah Yang mampu menghiasai memori ingatan Wajahmu yang elok selalu menghantui pikiranku Karena bayanganmu Engkau sungguh unik dan luar biasa Engkau kembang yang di titip Untuk mewarnai alam yang bungkam Kehadiranmu yang membawa rasa candu Bayangan yang selalu melintas di alamku Seolah-olah kita sedang bercengkrama ria Engkau kembang dalam alamku Yang selalu menabur keindahan Detik langkah yang selalu membawa rasa  Akan dirimu yang seutuhnya Natalia engkau gadis kota dingin Yang membawa kecanduan tak jemu