IBU
IBU
Panasnya mentari membakar tubuhku
Angin kencang menghembus sanubariku
Tetapi aku tetap teguh dan kokoh
Menjalani hidup demi masa depanku
IBU
Rintangan yang tajam tak pernah aku hiraukan
Jalan yang kelam aku lewati
Setitik tinta aku raih demi mewarnai kertas putih yang belum membekas
Sebab ruangku belum cukup untuk menampung benih pengetahuan
IBU
kulit keriputmu akan menjadi saksi
Akan perjuangkan demi menghadirkan buih kesuksesan
Demi menghadirkan senyuman yang lebar dari mulutmu
Yang akan kunikmati nanti
Ibu Doamu adalah cahaya sepanjang jalanku
Komentar
Posting Komentar