puisi
TAKDIR YANG SEMU
Aku kembali menatap wajahmu
Membayangkan kisah yang pernah singgah di sanubari
Di sudut pelabuhan yang menjadi saksi bisu akan cinta yang pernah dirajut
Cerita berawal dengan wajah tersenyum kini berubah menjadi rintikan pilu
Derai-derai air mata tak sadar meluncur di tengah rindangnya orang berkerumun
Mengapa harus terjadi??
Apakah keputusanmu menjadi akhir cerita?
Rasa ini ditelan oleh ombak yang melintas
Keputusan yang terlintas dengan tiba-tiba
Yang engkau lontarkan lewat bibirmu
Menghadirkan sejumlah duka lara yang mengambang
Sanubari terasa digores dengan luka tanpa bekas
Ohh......cinta
Hanya karena problematika sepele engkau menoleh
Hanya karena racun yang diberikan oleh orang tuamu engkau berpaling
Kini aku hanya bisa memungut takdir yang menjadi kenyataan menjemput.
Komentar
Posting Komentar