Skenario Film Pendek "Seorang Pelajar Yang Ingin Menjadi Perawat"

JUDUL : SEORANG PELAJAR YANG INGIN MENJADI PERAWAT
Premis
Seorang pelajar ingin menjadi perawat,jadi walaupun banyak rintangan, dia tetap mengambil jurusan komunikasi saat kuliah.
Sinopsis pendek
Paragraf 1:
Sejak kecil, Ney suka melihat dan menonton perawat yang sedang bekerja.
Paragraf 2:
Dia mengira hanya sekedar suka, tetapi ternyata rasa suka terhadap seorang seorang perawat membuatnya ingin menjadi perawat juga, walaupun banyak yang tidak menyetujuinya.
Paragraf 3:
Ketika Ney tamat sekolah menengah atas, dia mengambil jurusan keperawatan di salah satu universitas.
Sinopsis panjang
Paragraf 1:
Ney adalah gadis kecil yang manis. Dia begitu disayang oleh kedua orang tua, kedua kakaknya, juga oleh keluarganya. 
Sejak dia bayi, kebutuhannya selalu tercukupi. Orang tuanya memang bukan miliarder, tetapi untuk menafkai Ney dan kedua kakaknya, mereka mampu memberi yang terbaik. Ney suka menyanyi, membaca, dan menonton televisi. Jika bukan televisi, dia suka mendengar radio di kamar tidurnya. Lala begitu menyukai perempuan dewasa yang saat itu dia pikir adalah perempuan yang tangguh dan keren. 
Paragraf 2:
Suatu ketika, saat dia menonton televisi seperti biasa, dia melihat berita kalau dua orang perawat (laki-laki dan perempuan) ikut tertembak saat melaksanakan tugasnya di satu kawasan. Kecelakaan itu tidak merenggut nyawa dari kedua perawat itu, mereka hanya menginap selama tiga malam di rumah sakit. Karena kecelakaan tersebut, kedua perawat diberi penghargaan karena mampu melaksanakan tugas di tempat itu. Karena kejadian tersebut, Ney sadar bahwa dia bukan sekedar menyukai para Perawat tetapi juga ingin menjadi seorang perawat. Dia meminta izin pada kedua orang tuanya, namun mereka membentang saat itu juga.
Paragraf 3:
Keinginan menjadi perawat semakin menggebu dari dalam diri Ney. Banyak keluarga yang mendukung, banyak pula yang tidak mendukung. Namun Ney tidak melihat itu, selama SMA, di waktu senggangya Ney selalu berlatih untuk cara merawat orang Sampai dia tamat SMA, Ney mengambil jurusan keperawatan di salah satu universitas, walaupun orang tuanya tidak menyetujuinya..

Naskah
Adegan 1: Siang hari- di ruang Tv.
Ney : Ayah, kenapa telvisinya tidak bisa dibuka?” 
Pram: Televisinya mau diperbaiki, ayah sudah menelpon pihak yang bisa memperbaikinya, nanti malam mungkin sudah bisa digunakan lagi.
Adegan 2: di kamar Ney
(Tok tok tok)

Ney : (menutup mata dan membayangkan perawat)
Indah.
Laras: (mengetuk pintu dan membukanya sendiri) Kamu tadi santap siangnya di rumah Sean?
Ney : (mengangguk)
Laras: Kalau begitu, nanti sore ajak Sean ke rumah ya, mama tadi sempat membuat kue. Nanti sore kita minum sama-sama.
Ney : baik ma.
Adegan 3: di rumah Lala-ruang tv-sore hari.

Pram, Laras, Aldo, Nina, Ney dan Sean menonton aktivitas praktek para perawat di televisi sambil menyantap kue yang dibuat Laras.
Ney : Wah, keren. Aku rasa aku ingin menjadi seperti mereka. Mereka terlihat tangguh, ayah, bu
Pram, Laras: (saling pandang)

Adegan 4: Rumah Lala- ruang makan-malam hari
Ney : ayah
Pram: ya?
Ney : Em, bolehkah nanti aku menjadi seorang perawat?
Pram: kenapa kamu tanya begitu?
Ney : (mengangkat bahu) aku rasa menjadi seorang Perawat sangat keren. Kita bisa membantu merawat orang yang sakit ke mana saja.
Pram: Ney, menjadi seorang Perawat tidak segampang dan seindah yang kita lihat, banyak sekali yang mereka lalui untuk mendapatkan pasien Belum lagi bahaya akan terus mengejar mereka.
Ney : Tapi aku ingin ayah, aku ingin menjadi seperti itu, mereka tangguh.
Pram: (menggeleng) ayah tidak setuju
Ney : (mulai menangis) Kenapa ayah tidak mengizinkan? Selama ini apa yang aku mau selalu ayah turuti, kenapa rencana dan cita-citaku tak disetujui oleh ayah?
Pram: Pokoknya ayah tidak setuju, bahaya akan selalu ada nantinya.
Ney : menangis
Laras: Sudah, sudah. Ney kan masih SD, sekarang pikirkan dulu sekolah kamu, siapa tahu, banyak tawaran menarik di masa depan.
Ney : (menyela sampai menangis) tidak! (Lari ke kamar)


Adegan 5
Delapan tahun kemudian-di ruang kelas

Sean: Ne, gimana kamu sudah memberi tahu orang tua kamu berkaitan dengan kelulusan kamu?
Ney : ya sudah. Awalnya orang tuaku sangat kaget, karena saat aku mendaftar aku tidak memberi tahu mereka (tertawa)
Sean: lalu bagaimana reaksi mereka selanjutnya?
Ney : hm, awalnya sih mereka ragu. Tapi karena bantuan kakek, nenek, dan keluargaku yang lain, akhirnya mereka mengubur sementara keraguan mereka. Aku berjanji akan menjadi seorang perawat yang baik di masa depan. 
Sean: aku mendukungmu. Ingat janji kita waktu kecil kan? Saat kita ingin sekali menjadi perawat?
Ney : sudah pasti (tersenyum)
Sean: aku masih ingat bagaimana bertengkarnya kamu saat bersama Nando saat itu, saat dia mengejekmu terlalu rajin bekerja. 
Ney : sudalah, aku malas membicarakan itu

Adegan 6. 
Satu tahun lalu-di ruang kelas-siang hari

Nando: he anak rajin (dengan nada mengejek)
Ney : (tidak menghirau Nando)
Nando: kamu seharusnya kalau terlalu rajin, harus tahu juga merespon sapaan orang 
Ney : (tetap tidak menghirau)
Nando: he anak rajin.
Ney : (tidak menghirau)
Nando: (kesal) he Ney , aku doakan kau tidak akan diizinkan oleh orang tuamu untuk menjadi perawat, akan kudoakan juga kau tidak akan lulus
Ney : (marah, berdiri dari bangku kelas, mendorong Nando) apa maksudmu menggangguku. Aku rajin ya terserah aku, aku tidak menjawabmu karena aku tahu kamu hanya ingin mengolokku. Dan apa hakmu tentang menyumpahiku? Orang tuaku saja tidak pernah menyumpahi, bahkan jarang memarahiku. Kau tahu, kau itu hanya anak yang tidak tau bersyukur, sudah disekolahkan, tetapi hanya mau menggangguku saja. 
Nando: kenapa kau langsung marah begitu? Aku kan Cuma mau berteman denganmu?
Ney : berteman? Kau kira cara ingin berteman begini? 

(Tiba-tiba guru BK datang dan langsung menagani mereka berdua).
(Dua jam kemudian, di ruang kelas)
Nando: maafkan aku ya Ney, aku janji tidak akan mengwjek kamu lagi
Ney : aku juga minta maaf karena kasar padamu. 
Nando: (mengulurkan tangan) kalau begitu, kau mau berteman denganku?
Ney : (tersenyum) tentu

Adegan tujuh
Enam tahun kemudian-di rumah Ney -sore hari.
Laras: ternyta tujuannya itu jelas dulu. Dia memang ingin menjadi perawat. Lihatlah penghargaan yang dia dan Sean dapatkan lagi.
Pram: ya, aku menyesal sempat melarangnya dulu (raut sedih)
Laras: mungkin memang begitu jalannya, kalau kamu tidak melarangnya, dia tidak akan berusaha semaksimal mungkin.

Adegan delapan
Di ruang makan-malam hari.
Nina: Ne, selamat ya, kaka bangga sama kamu
Aldo: kakak juga Ne.
(Pram dan Laras datang langsung memeluk Ney)
Laras: selamat anakku, kau dan Sean sekarang sangat terkenal karena kepandaian kalian.
Pram: ayah bangga padamu.
Ney: (tersenyum puas) ayah, ibu, kakak, terima kasih. Kalau bukan karena bantuan kalian, aku tidak akan sampai begini. Sekali lagi terima kasih.

Tamat

Komentar